Rabu, 26 September 2012

Bagaimana Cara Subnetting pada IP Kelas B ?


Subnetting adalah proses yang dilakukan untuk memakai sebagian bit host id untuk membentuk subnet id. Dengan demikian jumlah bit yang digunakan untuk host id lebih sedikit. Semakin panjang subnet id, jumlah subnet yang dapat dibentuk semakin banyak, namun jumlah host dalam tiap subnet menjadi lebih sedikit.
Jika kita memiliki suatu IP address kelas B dengan IP Public yang terkoneksi dengan internet dan ternyata kita memerlukan lebih dari satu Network ID untuk koneksi, maka kita harus melakukan pengajuan permohonan ke lembaga pengelola (IANA atau PANDI) untuk mendapatkan tambahan suatu IP Address yang baru sedangkan IP Public tersebut jumlahnya terbatas hal ini dikarenakan menjamurnya situs-situs di internet untuk mengatasi ini dapat dikelola IP Address-nya secara mandiri dengan metode subnetting dimana kegunaannya untuk memperbanyak Network ID dari satu Network ID yang telah kita miliki.

IP kelas B dicontohkan seperti gambar dibawah ini:

Contoh IP Kelas B
Oktet pertama dan kedua merupakan network ID dan oktet ketiga dan keempat merupakan host ID.
Misal disini kita akan melakukan subnetting pada IP Kelas B dimana kita akan mencari 12 Network ID yang akan digunakan dalam jaringan. Caranya adalah:
Kita hitung terlebih dahulu angka 12 ada dikisaran 2n berapa. Angka 12 ada di:

24 > 12 > 23

24 = 16 dan 23 = 8 sehingga yang kita pakai adalah pangkat n=4. Karena jika kita memakai n=3 jumlah subnetnya akan kurang.
Lalu buatlah tabel seperti dibawah ini:


Tabel mencari kelompok IP dari subnetting kelas B

Keterangan:

N : Network ID

H : Host ID


Keterangan Menghitung:

Karena tadi kita memakai pangkat n=4, maka kita mulai pada oktet 3 (karena kelas B) yang dibagi menjadi 4 biner. 4 biner awal pada oktet ketiga merupakan kombinasi dari biner 1 dan 0, sedangkan 4 biner terakhir diisi angka biner 1 semua. Cara menghitungnya, kita konvert biner oktet ketiga tersebut ke bilangan desimal. Hasilnya adalah sebagai berikut:
  1. N . N. 0. 0 – N. N. 15. 255
  2. N . N. 16. 0 – N. N. 31. 255
  3. N . N. 32. 0 – N. N. 47. 255
  4. N . N. 48. 0 – N. N. 79. 255
  5. N . N. 80. 0 – N. N. 143. 255
  6. N . N. 144. 0 – N. N. 159. 255
  7. N . N. 160. 0 – N. N. 175. 255
  8. N . N. 176. 0 – N. N. 207. 255
  9. N . N. 208. 0 – N. N. 223. 255
  10. N . N. 224. 0 – N. N. 239. 255
  11. N . N. 240. 0 – N. N. 255. 255
Dari uraian diatas kita dapat mengetahui ada 11 kelompok IP address yang dapat digunakan pada subnetting.


Gambar Subnetting


0 komentar:

Poskan Komentar

 

Search Engine

Judul Bergerak